angin pun tersenyum
berbisik nyayian dalam
alunan gending malam
menghanyut ke lubang hitam
pemimpi itu hanya terdiam
letih dalam peluh panjang
keluh kian menjelang
membeku oleh terik siang
mekik di keheningan
dirinya hilang
di telan batu jalanan
hanya selembar kain malam
melindungi dari keheningan
berbisik nyayian dalam
alunan gending malam
menghanyut ke lubang hitam
pemimpi itu hanya terdiam
letih dalam peluh panjang
keluh kian menjelang
membeku oleh terik siang
mekik di keheningan
dirinya hilang
di telan batu jalanan
hanya selembar kain malam
melindungi dari keheningan




0 komentar:
Post a Comment