Pages

Ads 468x60px

Featured Posts

Smile

A smile costs nothing but gives much. It enriches those who receive without making poorer those who give. It takes but a moment, but the memory of it sometimes lasts forever. It is something that is of no value to anyone until it is given away. Give them one of yours, as none needs a smile so much as he who has no more to give. ~Author Unknown

Kesepian

Kesepianku lahir ketika orang-orang memuji kelemahan-kelemahanku yang ramah dan menyalahkan kebajikan-kebajikanku yang pendiam. Dan alam mengubah semua kesepian

Persahabatan

Teman itu seperti bintang Tak selalu nampak Tapi selalu ada dihati… Sahabat akan selalu menghampiri ketika seluruh dunia menjauh Karena persahabatan itu seperti tangan dengan mata Saat tangan terluka, mata menangis Saat mata menangis, tangan menghapusnya

Experience

You gain strength, courage, and confidence by every experience in which you stop to look fear in the face

Life

Are you bored with life? Then throw yourself into some work you believe in with all your heart, live for it, die for it, and you will find happiness that you had thought could never be yours. The purpose of life is a life of purpose.

Sadnes

Sadness flies away on the wings of time. Kekuatan kesedihan adalah menjadi titik balik dari sebuah kebahagiaan. Kalai kau dapat menciptakan sayapnya.

Wednesday, 10 October 2012

Kisah Tahani Amer, Ilmuwan Berjilbab di NASA

Ketika ingin menulis sedikit tetang sesuatu kemudian browsing mareti yang sesuai akan tetapi saya menemukan sebuat berita seperti tertulis sebagai judul..
seperti berikut beritanya :

VIVAnews - Penampilan perempuan itu mencolok di jajaran foto pegawai perempuan di Badan Antariksa Amerika  Serikat (NASA), terpampang di laman Women@NASA. Dia satu-satunya yang mengenakan kerudung.

Nama perempuan itu Tahani Amer, doktor bidang teknik dari Old Dominion University di Norfolk, Virginia. Sehari-hari, ia bekerja di cabang Computational Fluid Dynamics (CFD) atau Komputasi Dinamika Fluida NASA. Di situ dia berjibaku dengan kode komputer CFD sampai memanjat langit-langit  terowongan angin untuk memasang alat  pengukur kecepatan.

"Aku seorang muslim Amerika, pegawai NASA, yang tumbuh di pinggiran kota Kairo, Mesir," kata Amer, seperti dimuat situs NASA.

Minat Amer pada teknik timbul saat ia melihat ayahnya memperbaiki mesin mobil di apartemennya yang kecil di Mesir. Sementara kecintaannya pada matematika memuluskan jalannya menjadi insinyur aeronautika yang bekerja di salah satu lembaga paling terkemuka dunia. "Bagi saya, pendidikan adalah kunci yang membuka banyak peluang," kata dia.

Amer menceritakan awalnya ia ingin masuk sekolah kedokteran di Kairo. Namun, pilihan hidupnya mengubah cita-citanya. Ia menikah di usia 17 tahun dan pindah ke Amerika Serikat.

"Matematika adalah subyek favorit saya," kata dia. "Saat tiba di AS pada 1983 dan masuk ke kelas kalkulus pertama saya, saya tak bisa bicara satu katapun dalam Bahasa Inggris. Tapi saya bisa memperoleh nilai A dalam mata pelajaran itu," cerita dia. Saat itulah Amer merasa, karirnya di bidang teknik akan menjadi masa depannya.

Ia pun berhasil menyelesaikan kuliah non-gelarnya di bidang teknik dalam dua tahun, sembari mengasuh dua anaknya yang masih kecil. Lalu ia meraih gelar sarjana di bidang teknik, disusul master di teknik aeronautika, dan lalu doktor di bidang teknik.

Amer memulai karirnya di NASA pada tahun 1992, di proyek CFD. Sejak itulah ia mendapatkan banyak pengalaman berharga bekerja sama dengan banyak ilmuwan cerdas yang mencintai pekerjaannya. Lalu, ia bekerja di salah satu terowongan angin NASA untuk melakukan eksperimen tekanan dan termal cat sensitif. "Aku bekerja dengan kode-kode komputer CFD dan memanjat langit-langit untuk menginstal alat kecepatan. Ini luar biasa, aku seperti gadis kecil di 'toko permen' NASA. Segalanya terasa mungkin."

Amer mengaku tak pernah merasa bosan bekerja di NASA. Ia bahkan berhasil menemukan dan mematenkan sistem untuk mengukur konduktivitas termal film tipis.

Mendapat anugerah otak encer dan kesempatan memperoleh pendidikan, membuat Amer tak pelit berbagi ilmu. Ia rajin ikut serta dalam program sosial yang  diselenggarakan NASA.

Ia pun aktif di masjid, untuk mengajar soal Islam dan mengaji Alquran untuk anak-anak. "Paska serangan 11 September saya ikut serta memberi pemahaman tentang Islam di komunitas saya. Saya juga memberi ceramah di gereja-gereja, di banyak universitas, dan sekolah lokal. Bahkan ada surat kabar lokal yang mewawancaraiku soal Islam," kata Amer.

Selama hidupnya Amer punya tiga prinsip: melayani Tuhan maka Anda melayani semua makhluk; bahwa pendidikan adalah kunci yang membuka peluang; dan berusaha melayani orang lain dengan welas asih dan kebaikan.

"Dengan tiga prinsip itu saya mencoba menerapkan standar hidup sehari-hari untuk menantang diri saya sendiri dalam pekerjaanku di NASA, berusaha terus memperbaiki diri, dan membantu orang lain melalui sebuah organisasi besar: NASA."

NASA mengembangkan laman Women@NASA sebagai usaha membantu siswi sekolah menengah untuk mengeksplorasi peluang karir di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika. (kd)
Ada sedikit bangian yang membuat saya teratarik yaitu karena Tahani Amer memulai bekerja di nasa dengan sebagai Computational Fluid Dynamics (CFD). Karena dulu ketika kuliah saya pernah menggerjakan CFD sebagai Tugas Akhir, walau saja hasilnya mengecewakan. Saya ingin belajar lebih akan tetapi banyak sekali keterbatasan yang saya punya untuk melakukan itu kembali walaupun keinginan itu masih ada.. kemudian saya menemukan video beliau di youtube
yang membuat saya semangat untuk menjalani semua adalah ketika beliau kuliah kalkulus pertamanya tanpa mengerti bahasa inggris sedikitpun akan tetapi beliau mendapatkan nilai A.. subhanallah...
READ MORE - Kisah Tahani Amer, Ilmuwan Berjilbab di NASA

Sunday, 7 October 2012

Untaian Sore

sore yang begitu cerah entah apa yang megitu menggugah rassa begitu lelah..
awan tak seperti musim cerah tak juga seperti musim hujan yang memerah
menyerah bukanlah suatu langkah
hanya ungkapan rasa yang terbawa suasana yang gelisah
setiap langkah adalah titik balik dari setiap risalah
ketika setiap baitnya dibaca dengan gundah
maka lakukanlah dengan langkah tanpa rasa lelah
tak ada yang gagal dalam setiap rencana
dalam setiap bagian bait yang tidak terbaca
tetapi mulailah dengan bagian frasa dari kalimat yang sederhana
mulailah mengeja dengan penuh rasa

manusia hanya bisa berencana tetapi tidak dengan hasilnya
ahhh sore yang begitu gelisah dari untaian bunga dari taman bunga adelia

READ MORE - Untaian Sore

Thursday, 27 September 2012

Kesetiaan Seorang Istri

Seorang istri berjuang membantu suaminya seorang guru yang lumpuh dengan cara menggendong menuju tempat mengajar selama lebih dari 17 tahun Du Chanyun adalah seorang guru di kampung Dakou kota Liushan, tepatnya di pedalaman pegunungan Tuniu. Chanyun adalah tumpuan harapan dari 500 KK yang tersebar di kampung Dakou.
 
Tahun 1981, setelah lulus SMA, ketika itu usianya 19 tahun, Chanyun memutuskan menjadi seorang guru SD di kampung Dakou. Pria asal kampung Nancao, Provinsi Henan ini adalah seorang guru yang gigih. Selama sepuluh tahun, setiap bulan dia hanya memperoleh gaji guru sebesar 6.5 Yuan Renmibi (sekitar Rp. 7.000).
Suatu hari, di tahun 1990, bencana datang menimpanya. Saat itu adalah musim panas. Hujan badai membasahi ruangan kelas sekolahnya. Biasanya, di liburan musim panas, orang-orang di kampung itu mengumpulkan uang untuk memperbaiki sekolah, Du Chanyun begitu bersemangat bekerja, kehujanan pun tetap kerja memindahkan batu, seluruh badan basah kuyup.
Akhirnya pada suatu hari, dia jatuh sakit, sakit berat karena kehujanan dan capek. Sayangnya, setelah sembuh ia mendapatkan tubuhnya dia sudah tidak mampu dibuat berdiri lagi. Tubuh sisi kirinya tidak dapat digerakkan. Meski begitu, ia khawatir, mengajar akan menjadi sebuah mimpi yang jauh baginya.
Istrinya, Li Zhengjie merasakan isi hati sang suami. Untuk menentramkannya, Li mengatakan, “Kamu jangan kuatir, kamu tidak bisa jalan, sampai panggung pun saya akan menggendongmu,” demikian ujar wanita dari kampung yang buta huruf ini.
-
Menopang Suami
Tak urung, Li memikul tanggung jawab keluarga. Setiap hari, ia harus menggendong suaminya menjadi seorang guru dari rumah sampai sekolah yang jaraknya 6 mil. Sejak 1 September 1990, jadwal hidup Li seperti ini. Setiap hari mulai pagi-pagi, Li Zhengjie bangun menanak nasi, membangunkan 4 anggota keluarganya dan menyiapkan mereka makanan. Setelah makan, ia harus menggendong suaminya berangkat mengajar.
Di sepanjang jalan, Li meraba, merangkak jatuh bangun sampai tiba di sekolah. Di sekolah, Li menempatkan suaminya di kursi lalu menitip pesan ke beberapa murid yang agak besar lantas bergesa-gesa pulang. Maklum, di rumah masih ada sawah yang menunggunya untuk dikerjakan. Sejak memikul tanggung jawab mengendong suaminya, ada dua hal yang paling dia takuti adalah musim panas dan musim dingin.
Rumah Du Chanyun berada pada Barat Selatan sekolah, walaupun jarak dari rumahnya ke sekolah hanya 3 mil, namun tidak ada jalan lain, selain dari jalan tikus, dengan batu-batuan yang berserakan, ranting-ranting pohon, sungai kecil.
-
Hampir Terpeleset ke Sungai
Pada suatu hari di musim panas, saat itu, baru saja turun hujan lebat, Li Zhengjie seperti hari biasa menggendong suaminya berangkat. Air sungai saat itu melimpah menutup batu injakkan kakinya. Li Zhengjie sudah hati-hati meraba-raba batu pijakan, namun tidak disangka ia tergelincir. Arus sungai yang deras menghanyutkan mereka sampai 10 meter lebih.
Untung tertahan oleh ranting pohon yang melintang di hulu sungai. Setelah lebih kurang setengah jam, ayahnya yang merasa khawatir akhirnya datang mencari, mereka ditarik, anak dan menantunya baru berhasil diselamatkan. Li lolos dari ancaman maut.
Dalam beberapa tahun ini, Li Zhengjie terus menggendong suaminya. Entah sudah berapa kali ia jatuh bangun. Pernah suaminya jatuh di posisi bawah. Kadang-kadang Li Zhengjie jatuh di posisi bawah. Suatu hari Li Zhengjie punya akal, setiap jatuh dia berusaha duluan menjatuhkan tubuhnya yang kekar menahan batu yang mengganjal. Li Zhengjie telah berjuang membantu suaminya siang dan malam. Ia bekerja keras dan capek. Sang suami, melihat dengan jelas perjuangan istrinya itu. Hati Du Chanyun merasa iba.
 
-
Sang Suami Menggugat Cerai
Pada tahun 1993, Du Chanyun memulai rencana buruk agar sang istri meninggalkannya.Ia tak ini sang istri menderita. Untuk mencapai tujuan ini, dia mengubah karakternya, sengaja ia mencari gara-gara untuk bertengkar. Du Chanyun, mulai memakinya. Tentu saja Li Zhengjie merasa tertekan. Setelah 2 kali ribut besar, mereka sungguh-sungguh akan bercerai.
Di hari perceraian yang ditunggu, Li Zhengjie menggendong suaminya naik sepeda. Ia sangat berhati-hati mendorong suaminya ke kelurahan setempat. Semua orang sangat mengenal sepasang suami-istri yang dikenal akrab ini. Begitu melihat tampang keduanya, semua orang makin gembira.
“Saya tidak pernah melihat wanita menggendong suaminya ke lurah minta cerai, kalian pulang saja,” ujar pihak kelurahan. Setelah keributan minta perceraian tenang kembali, Li Zhengjie hanya mengucapkan sepatah kata pada suaminya. “Walaupun nanti kamu tidak bisa bangun lagi, saya juga akan menggendong kamu sampai tua.”

-
Tidak Pernah Sekalipun Bolos Mengajar
Kondisi di sekolah tempat Du Chanyun mengajar sangat parah. Meski demikian, kedua pasang suami istri bisa memberikan pendidikan yang baik buat anak-anak. Di sekolah itu, pendidikan sangat kurang baik. Tidak ada alat musik dan tidak ada poliklinik. Namun Du Guangyun menggunakan daun membuat irama musik buat anak-anak. Li Zhengjie naik ke gunung mencari obat ramuan, pada musim panas dia memasak obat pendingin buat anak-anak, pada musim dingin masak obat anti flu buat anak-anak.
Di bawah bantuan istri, dalam 17 tahun, hari demi hari, tidak terhalangi oleh angin hujan, tidak pernah bolos satu kali pun. Suatu hal yang menggembirakan, data yang terkumpul dari kepala sekolah tentang hasil ujian negeri bulan April, tingkat siswa yang lulus dari sekolah SD tersebut mencapai 100 %. Tahun lalu ketika ujian masuk perguruan tinggi, ada 4 orang siswa yang dulu pernah diajari dia masuk ke perguruan tinggi, tahun ini ada 4 lagi yang lulus masuk masuk spesialis.
Kini, setiap hari raya Imlek, murid-muridnya sengaja pulang ke kampung menjenguk bapak dan ibu gurunya, masalah tersebut menjadi peristiwa yang sangat menggembirakan bagi sepasang suami istri guru ini.
 
setelah melihat kutipan diatas banyak sekali pelajar yang dapat di ambil dari mulai kesetiaan seorang istri dan kesadaran seorang guru yang benar-benar tulus memberikan pendidikan kepada muridnya.. padahal jaman sekarang banyak guru yang mogok berangkat ke sekaloah karena tidak punya uang, karena inilah itu lah.. semua itu banyak sebabnya salah satunya istri..seoarang istri merupakan posisi yang sangat penting dari kehidupan rumah tangga karena "ada orang yang hebat di balik orang yang besar" kalau suaminya menjadi orang yang besar, mempunyai kedudukan, dihormati orang, dan bersahaja itu adalah karena ada orang yang hebat di belakangnnya yaitu istrinya.. ada kisah yang lebih mengharukan lagi mengenai kesetiaan seorang istri...


Wanita (istri) yang sholehah merupakan sebaik-baik dan semulia-mulia gelar yang diberikan kepada wanita kekasih Alloh.  Seorang wanita, secara kodrat akan menjadi seorang istri. Seorang istri yang sholehah, memiliki sifat-sifat diantaranya penuh dengan kasih sayang, melayani suami, menjaga rahasia-rahasia suami, pandai mensyukuri segala pemberian dan kebaikan dari suami, dll. Ada kisah yang menggambarkan kesetiaan seorang istri, adalah kisah Nabi Ayub as.


Pada suatu hari, seluruh malaikat berkumpul membicarakan mahluk Alloh, mengenai ketaatan manusia dan maksiatnya, keburukan manusia dan kebaikannya. Akhirnya semua Malaikat itu memutuskan dengan sebulat suara bahwa Nabi Ayub lah di kala itu manusia yang paling baik di atas dunia, yang paling banyak ibadahnya kepada Alloh dan yang paling tinggi keimanan dalam dadanya. Dengan harta kekayaan yang banyak, anak keturunan yang banyak pula dia tidak pernah sekali pun terlambat beribadah dan bersujud kepada Alloh.
Mendengar keputusan Malaikat itu, iblis ingin menjalankan siasat kotornya. Iblis tak sudi kalau ada manusia di muka bumi ini tebal imannya kepada Alloh, sempurna ibadah dan syukurnya. Iblis pun menghadap ke hadirat Alloh, lalu berkata" Ya, Tuhan! hamba Mu yang bernama Ayub itu bukan lah beribadah menyembah Engkau, bukan bersyukur memuji Engkau. Ibadah dan syukurnya itu hanya karena hartanya yang banyak, keturunannya yang cukup. Dia menyembah Engkau itu hanya agar Engkau menambah harta dan keturunannya." Iblis pun meminta restu Alloh agar diijinkan untuk merampas semua yang dimiliki Nabi Ayub, harta maupun keturunan nya.
Dan Alloh pun mengijinkan Iblis untuk melenyapkan semua kenikmatan yang dimiliki Ayub, mulai dari menghancurkan semua hartanya, membunuh semua keturunan nya. Selain itu, iblis juga meniupkan kepada nabi ayub semacam penyakit yang berbahaya, yang membuat nabi ayub sakit, terhampar di tampat pembaringannya. Semakin hari penyakit itu semakin parah, dan tubuh nabi semakin kurus, dan semakin tidak berdaya. Bertahun-tahun dalam kesakitan nya, tubuh   nabi Ayub semakin memperihatinkan. kawan-kawan nya mulai meninggalkan dia, semua orang menjauhi dia, kecuali yang tersisa hanya tinggal sang istri seorang, yang bernama Rahmah.
Istri yang setia itu dengan tak kenal penat, melayani Nabi Ayub yang sedang sakit dengan segala kasih sayang dan susah-payah nya. Segala penyakit yang diderita Nabi Ayub seakan-akan dia sendiri ikut menderita nya pula. Nabi Ayub dihibur dan diladeni nya, hal mana menunjukkan keimanan seorang istri yang kuat dan teguh, yang tidak kalah pula dengan keimanan suaminya sendiri. Mereka berdua mengalami penghinaan dari orang-orang sekitar tempat tinggal mereka, hingga mereka diusir dari kampung tempat mereka tinggal. Padahal kondisi Nabi Ayub sedang tidak bisa apa-apa, dan dengan segenap tenaga yang ada, istri yang setia itu memangku dan menggendongnya dibawa ke luar kampung dan tinggal di sebuah pondok yang tidak berpenghuni.
Di sanalah Nabi Ayub dan istri nya menganggungkan derita lahir dan batin, dengan penuh kesabaran dan keimanan yang tidak pernah berkurangan. Untuk penghidupannya, rahmah terpaksa bekerja memotong-motong roti pada seorang pedagan roti. Setiap petang dia pulang mendapatkan suaminya, dengan membawa beberapa potong roti yang dihadiahkan orang kepadanya. Tetapi setelah orang ramai tahu, bahwa rahmah itu adalah istri Nabi Ayub, maka pedagang roti itupun tidak membenarkannya bekerja lagi sebagai tukang potong roti. Dalam ketidakpunyaan, rahmah tetap berjuang mencari pekerjaan untuk penghidupan mereka. Setiap hari rahmah pulang dan membawa sepotong roti dan air minum. Lama kelamaan Nabi Ayub curiga darimana sepotong roti itu berasal. Setelah ditanya, ternyata rahmah memperoleh uang untuk membeli makanan dengan cara menjual rambut nya yang indah, hingga gundul sama sekali. Seketika itu Nabi Ayub menangis melihat kondisi istrinya seperti itu. Kemudian berkatalah rahmah,"Janganlah engkau menangisi rambutku yang sudah hilang. Ketahuilah bahwa rambut itu akan tumbuh kembali dan mungkin akan lebih indah dari  yang sudah hilang itu." Demikianlah katanya menghibur suaminya.
Dan sampai pada akhirnya karena keimanan Nabi Ayub yang sangat kuat, dan kesabaran yang luar biasa dilmilikinya, Nabi Ayub kembali memiliki apa yang pernah ia miliki sebelum mendapat cobaan dari Alloh. Harta benda nya kembali, dan keluarga nya juga kembali, bahkan mereka kini lebih bahagia dari sebelumnya.
Dari kisah Nabi Ayub diatas, bisa kita ambil hikmah tentang kesetiaan seorang istri kepada suaminya. Rahmah adalah seorang istri yang selalu melayani suami dengan penuh kasih sayang dalam suka maupun duka. Dengan penuh kesabaran ia merawat dan melayani suami nya. Tak pernah ada rasa keluh kesah yang iterlontar dari ucapannya kepada Nabi Ayub. Semua cobaan dia hadapi dengan peuh kesabaran, walau sebesar apapun cobaan itu. Dan Rahmah telah membuktikan nya.
READ MORE - Kesetiaan Seorang Istri

Saturday, 22 September 2012

What Woment Want

Setelah beberapa tulisanku yang tidak jadi saya post saya harap ini bisa di post (diawal masih ragu nantinya akan di post tidak hahha). barusaja saya menonton film drawa comedi romantik yang menurut saya bagus. tadinya si ingin menonton suatu yang beda  lelah dengan film action. Setelah menonton film ini yang saya sadar adalah banyak orang yang suka dengan film korea dan saya mulau merasakannya bukan karena mainstream tapi lebih karena saya saadah film korea itu lebih menunjukkan perasaan berbeda dengan film-film luar yang menunjukkan semua keromantisan hanya dengan sex. Disini beda sekali, romantis itu dari perasaan. Bukan berarti itu saya suka dengan sinetron yang membawa perasaan ibu-ibu sampai episode ratusan. Saya suka film bukan film serial. Maaf jadi terbawa curhat..hehehhe
Film ini mengajarkan saya untuk mengerti tentang perasaan orang lain bukan hanya saja wanita tapi terhadap semua orang yang ada di sekitad saya. mengerti bukan hanya mengerti lalu bilang ia.. akan tetapi mengerti bagaimana kita bersikap agar orang lain bisa nyaman dan tersenyum pada kita. Saya memang merasa berwatak keras dan terkadang ankuh. Ada beberapa teman yang menyapa ketika bertemu di jalan dan dia berteriak "tolong ya raut mukanya biasa aja gak sah jutek gitu, gak ens gitu" sampai sekarang saya tidak tau apa yang dia maksud "ens". Mahasiswa yang saya pernah assistenkan itu juga bicara kalau saya jutek dan galak. Mungkin saja banak yang bilang begitu. Saya minta maaf bukan berarti saya punya maksud seperti itu. Saya sadar dengan hal itu saya tau akan hal itu tapi saya sendiri tidak tau bagaimana bersikap. Terkadang saya ingin sekali bercanda dengan seseorang tapi saya merasa gengsi dan susah sekali dan mungkin dia bilang saya jutek. Maaf sekali lagi maaf... (balik ke film ya hhihiii)

Film ini bercerita tentang seorang pria (andy lau) yang memiliki keluarga yang bercerai dan bercerai dengan sang istri akan tetapi dia mempunyai anak perempuan yang masih remaja. Ayahnya tinggal di panti jompo ia adalah mantan penyanyi operah. Ia bekerja sebagai executive creatif dia merupakan orang yang suka menggombal pada perempuan. Suatu saat ada direktur baru yang menjadi atasannya. Seorang perempuan yang orang banyak bilang ia ditakuti banyak laki-laki. Kemudian disuatu kejadian ia bisa mendengar apa yang wanita katakan dalam hati tetapi tidak pada laki-laki. Kelebihan itu dia gunakan untuk mendapatkan ide kreatif dengan mendengarkan semua wanita katakan dalam hati, tak terkecuali atasannya. Maka ia di tuduh mencuri ide dari atasannya dan ia terlibat konflik. akan tetapi anaknya merasa nyaman dengannya, dan ia sadar bahwa kelebihan itu harus di gunakan dengan baik agar semua tidak terjadi kekacauan. Dan akhirnya ia dekat dengan sang atasan secara emotional dan mereka merasakah yang orang bilang cinta. akan tetapi pada suatu kejadian sang atasan di pecat dan di gantikan andylau. selanjutnya nonton sendiri ya...hehhehe
Ternyata Film ini sudah pernah di buat dan di remake kembali. setelah baca sana sini ternyata banyak kecewa dengan film yang baru saja saya tonton. akan tetapi saya puas dengan menonton film ini karena begitu romantis, begitu banyak setting menarik, dan banyak pesan tersirat di dalamnya. at least recommended movie kalo nonton sama pasangan pasti romantis.. :)
yang menurut gw romantis lagi itu ketika andylau menyanyikan lagu slip away...
liriknya :
Every time I look into the mirror of my mind
I barely recognise the man I see
He used to be a dreamer
He used to be like me
But I can see the sadness in his eyes
And he's no longer who I want to be
If I could I would change my yesterday
I would listen to my heart and then today
I'd see What true love could be and I won't let tomorrow
I won't let tomorrow Slip away

I feel the tide is turning and I'm stranded out at sea
Hoping for my rescue to arrive
The coulds have all turned grey And now the waves are crashing in
I thought I could survive but reality has got the better part of me
If I could I would change my yesterday
I would listen to my heart and then today
I'd see What true love could be and I won't let tomorrow
I won't let tomorrow Slip away

I'll make a promise to myself
That I will live each day just like it was the last time
I'll ever see your face again

READ MORE - What Woment Want

Monday, 27 August 2012

indahnya "Terimakasih"

Kata "Terima kasih" merupakan suatu ungkapan dimana yang seseorang sebagai bentuk norma sosial dan norma sopan santun dalam kehidupan bermasyarakat. Kata ini sungguh ajaib karena dengan dua kata ini suatu persahaan atupun suatu instansi dapat keuntungan yang besar, bagaimana tidak karena itulah perusahaan mulai dari Bank bahkan penjual kaki lima selu mengucapkan terimakasih kepada pelanggannya. Pelayan, sampai manager yang baik adalah dimana ia terbiasa mengucapkan terimakasih kepada seseorang. Mereka sadar dengan ucapan itu maka ada sebuah keramah tamahan sebagai produk yang sangat menjual agar para pelanggan merasa dihargai dan puas dalam mendapatkan pelayanan dan prodak yang di berikan. Bagaimana kalau kita sudah melakukan yang terbaik apapun itu untuk seseorang akan tetapi tidak mendapatkan imbalan apapun itu tidak terkecuali ucapan terimakasih? pasti akan ada perasaan tidak nyaman, kesal dan apaun itu perasaan yang di sebutkan. Ucapan terimakasih yang sangat berkesan di hati saya sampai sekarang ialah ketika di salah satu jalanan di pinggiran kota jakarta ini terjadi kemacetan. Ketika itu ada orang tersebut ingin menyebrang jalan dengan menggandeng anak-anaknya. Saya berhenti untuk mempersilahkan beliau untuk menyebrang jalan. Kemudian Beliau menyebrang sambil berucap "Terimakasih ya mas" sontak saja saya tertegun sejenak dengan kalimat yang beliau lontarkan. Entah apa yang terlintas dalam fikiran saya yang jelas saya ada sedikit malu ketika itu karena saya hanya memberikan jalan beliau akan tetapi ucapan terimakasih itu begitu besar artinya buat saya, bukan berarti saya ingin mendapatkan imbalan akan tetapi jarang sekalo orang di jalan raya dengan kondisi macet seperti itu masih menjunjung norma-norma yang berlaku. Kondisi jalan seperti itu yang di junjung pengendara terkadang hanya omosi sesaat. Indahnya beberapa patah kata yang akan selalu teringat dengan hanya berucap "terimakasih".
READ MORE - indahnya "Terimakasih"

Sunday, 29 July 2012

Hati itu

Kalau saja semua hati bisa saling berkomunikasi pastilah tak ada kebohongan seperti lidah yang berucap. Ketika hati dan lidah tak selaras lalu apa yang ada dalam isi fikiran mereka sendiri.. entah lah.. yang ada mungkin hanya perang kecil dalam hati antara satu dan lain hal berkecambuk dalam alunan yang mulai buruk. Lihatlah pada kedalam hati apakah perlu mereka berteriak sampai terdengar gaungnya dari palung hati itu sampai akhirnya gaung kejujuran itu dapat terdengar keluar?
Dengarlah semua isi kepala.. apakah semua itu sudah bisa dicerna olah hati sehingga yang dilakukan adalah cerminan hati dan fikiran yang selaras..
 telinga ini memang untuk mendengar tapi apakah dia bisa mendengar semua yang di bicarakan hati kepada isi kepalanya?
Isi hati itu bukan seperti isi kepala, isi hati itu yang mencerminkan segala sesuatu tentang dirinya. Hati itu tak bisa dilihat mata telanjang, dan bukan berarti setelah kita menggunakan alat bantu untuk melihat hati lalu semunya terlihat dengan jelas. Luasnya hati itu tak bisa di ukur dengan parameter apapun, bukan luas dan dalamnya suatu hati yang terpenting adalah bagaimana hati itu bersikap dengan benar sebagai instrumen pengukur dari keduanya. Diri ini tak mengerti bagaimana hati bekerja dan bagaimana hati itu beristirahat tapi yakinlah kalau hati itu punya insting yang baik untuk menuntun diri ini menjadi dalam haluan yang benar.
READ MORE - Hati itu

Friday, 27 July 2012

Cinta itu butuh kesabaran

Siang ini ketika ingin menata email di salah satu account, saya tergugah dengan salah satu judul "Cinta itu butuh Kesabaran" saya ingat betul email ini dari seseorang sewaktu saya masih magang di salah satu persuahaan. Saya sendiri yang mengirimkannya ke account saya karena munurut saya ini bagus. Saya baca ulang isinya dan ternyata masih menarik di baca. Sekarang saya baca di kantor dan saat itu pula saya meneteskan air mata dimeja kerja. Berikut isi email nya..
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita ???                                                                                    
************ ********* ********* ********* ********* ********* **                                                                                    
Hari itu,,,aku dengan nya berkomitmen untuk menjaga cinta kita..

Aku menjadi perempuan yg paling bahagia..... .
Pernikahan kami sederhana tapi sangat meriah......                                                                                              
Ia menjadi pria yang sangat romantisan pada waktu itu.                                                                                          
Menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula                                                                            
Ketika kami pacaran dia sudah sukses dalam karir nya.                                                                                          
Kami berbulan madu di tanah suci,,itu janjinya ketika kami berpacaran                                                                          
Setelah menikah aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci....                                                                                  
Aku sangat bahagia dengan nya,,diya sangat memanjakan aku.... Sangat terlihat rasa cinta dan sayangnya pada ku..                                
Banyak orang yang bilang,kami pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Aku bahagia menikah dengannya.      
************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* *******                                                              
5 Tahun sudah kami menikah, sangat tak terasa waktu berjalan, walaupun kami hanya berdua saja.                                                  
Karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil di tengah keharmonisan rumah tangga kami.                              

Karena dia anak lelaki satu - satunya dalam keluarga nya,,jadi aku harus berusaha untuk dapat meneruskan generasi nya...                        
Alhamdulillah suamiku mendukung ku.... Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan NYA.                                    
Tapi keluarga nya mulai resah,, Dari awal kami menikah ibu & adiknya tidak menyukaiku,, aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan  
dari mereka,,tapi aku menutupi dari suami ku......                                                                                              
didepan suami ku,,mereka sangat baik pada ku,,tapi dibelakang suami ku,,aku dihina - hina oleh mereka...                                        
Pernah suatu ketika, 1 tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan,, , mobilnya hancur                                              
Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda.                                                          
Ia dirawat dirumah sakit,,pada saat dia belum sadarkan diri,,aku selalu menemaninya siang & malam, kubacakan ayat - ayat suci Al - Qur'an,aku  
sibuk bolak - balik rumah sakit dan tempat aku melakukan aktivitas sosialku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karean kecelakaan.          
Ketika aku  kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami,,aku melihat didalam kamarnya ada ibu, adik - adiknya dan teman - teman suamiku, dan
satu lagi aku melilhat seorang wanita yg sangat akrab dengan ibunya. Mereka tertawa menghibur suamiku.                                          
Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar,,tapi aku tak boleh sedih di depannya.            
Kubuka pintu yg tertutup rapat itu,sambil mengatakan "Assalammu'alaikum" mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka
semua melihatku,,, suamiku menatapku penuh manja,,mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup. Tangannya              
melambai,,mengisyar atkan aku untuk memegang tangannya yg erat. Setelah aku menghampirinya, ku cium tangannya sambil berkata "Assalammu'alaikum" ,
ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih tapi penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya.                                    
Ibu nya lalu berbicara sama aku ...                                                                                                            
"Fis, kenalakan ini Desi teman Fikri"                                                                                                          
Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Desi, dan diya sangat akrab dengan keluarga    
suamiku. Dan akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga.                                                                                        
Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku biacara di dalam ruangan,,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.                  
Aku sibuk membersihkan & mengobati luka - luka di kepala suamiku,,,baru sebentar aku membersihkan mukanya,,tiba - tiba adik ipar ku yg bernama  
Dian mengajakku keluar,ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya. Aku pun menemaninya.                                        
Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata " lebih baik kau pulang saja " Ada kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. "                
Aku pun tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat, karena sikologisnya masih labil,, Aku berdebat
dengannya mengapa aku tidak boleh pamitan pada suamiku, tapi tiba - tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia mengatakan hal yg sama, ia akan
memberi alsan pada suamiku mengapa aku pulang tak pamitan pada nya, toj suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya salah suamiku tetap
saja membenarkannya, akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata. Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan    
menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dlm kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.
************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* *******                                                              
Hari itu, aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya  dibagi denagn yang lain.  Pagi itu, pada  
saat aku membersihakn pekarang rumah kami, suamiku memanggil ku ke taman belakang, ia baru aja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan  
favorit kami, sambil melihat ikan - ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.                                                              
Aku bertanya " Ada apa kamu memanggil ku ?"                                                                                                    
Ia berkata " Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang "                                                                                    
Aku menjawab " Ia sayang aku tahu, aku sudah mengemasi barang - barang kamu di travel bag dan kamu sudah pegang tiket bukan ?"                  
"Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sdh lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku
kan pulang dengan mama ku " Jawab nya tegas                                                                                                    
"Mengapa baru bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana ?" tanya ku balik kepada nya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa  

karena ia baru memberitahu rencana kepulanggannya itu, padahal aku bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.                            
" Mama minta aku yang menemani nya saat pulang nanti " jawab nya tegas                                                                          
" Sekarang aku ingin seharian dengan kamu, karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan ?" lanjut nya lagi sambil memeluk ku dan mencium    
keningku.. Hatiku sedih, dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya.                                                            
Bahagianya aku, dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang & cintanya.                                                                  
Walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.                                                                                            
Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama suamiku, tapi karena keluarga nya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu pada ku
karena suamiku sangat sayang pada ku, aku memutuskan agar ia saja yg pergi, dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga
kami.                                                                                                                                          
Karena ini acara sakral bagi keluarganya. Jadi seluruh keluarga nya harus komplit, aku pun tak diperdulikan oleh keluarganya harus datang atau  
tidak, tidak hadir justru membuat mereka sangat senang, aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.                                              
Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluannya yang akan dibawa ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang    
jatuh dipipiku lalu aku peluk erat dirinya, hati ini bergumam seakan terjadi sesuatu,,tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa
menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.                                                                                                  
                                                                                                                                               
Aku tidak pernah di tinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama - sama kemana pun ia pergi.                                            
Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian tidak punya teman, hanya pembantu saja teman ngobrolku.                                              
Hati ini sedih akan di tinggal pergi oleh nya.                                                                                                  
Sampai keesokan hari nya, aku menangis..menangisi kepergiannya.                                                                                
Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalu
menelpon ku.                                                                                                                                    
************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********                                                    
Berjauhan dengan suamiku, sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadi aku tak      
terlalu kesepian di tinggal pergi ke Sabang.                                                                                                    
Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami buruk,saat ia di sana aku pun jatuh sakit...rahimku sakit sekali seperti dililit oleh        
tali,,,tak tahan aku menhan rasa sakit dirahimku ini,sampai - sampai aku mengalami pendarahan,, aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki -    
lakiku yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stdium 3.... Aku menangis,,apa yang bisa aku banggakan  
lagi,,mertuaku akan semakin menghinaku,, ,suami ku yang malang,,yang berharap akan punya keturunan dari rahimku... Aku tak bisa memberikannya    
keturunan. Dan aku hanya memeluk adikku.                                                                                                        
Aku kangen pada suamiku, aku menunggu ia pulang,,kapan ia pulang, aku tak tahu..                                                                
Sementara suamiku disana,,aku tidak tahu mengapa ia selalu marah - marah jika menelponku,, bagaimana aku akan cerita kondisiku jika ia selalu    
marah - marah terhadapku,,                                                                                                                      
Lebih baik aku tutupi dulu,,dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang.                                                
Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan cerita pada nya.                                                            
Setiap hari aku menanti suami ku pulang, hari demi hari aku hitung....                                                                          
Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto - f oto kami, ponselku berbunyi, menandakan ada sms yang masuk.      
Ku buka di inbox ponselku, ternayta dari suamiku yang sms, ia menulis "aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulang nya satu hari lagi, aku aku
kabarin lagi".                                                                                                                                  
Hanya itu saja yang diinfokannya, aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba,,aku menantinya di  

rumah. Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan aku akan        
menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir - akhir ini.                                                                              
Bel pun berbunyi, kubuka kan pintu untuknya ia pun mengucap salam, sebelum masuk aku pegang tangannya ke depan teras, ia tetap berdiri, aku    
membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan ku cuci kedua kakinya, aku tak mw ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami, setelah itu aku
pun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksi nya ...                                                                                  
Masya Allah ia tidak mencium keningku, ia langsung naik keatas, ia langsung mandi dan tidur,tanpa bertanya kabarku..                            
Aku hanya berpikiran, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan
aku pada tempat  mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.                                                                                      
Biasa nya kami selalu berjama'ah, tapi karena melihat nya tidur sangat pulas, aku tak tega membangun kannya, aku helus mukanya, aku cium kening
nya, lalu aku sholat  tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka'at.                                                                                    
************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ***                                                        
Aku mendengar suara mobinya, aku terbangun lalu aku liat dia dari balkon kamar kami dia bersiap - siap untuk pergi, aku memanggil nya tapi ia tak
mendengar, lalu aku langsung ambil jilbabku, aku lari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku, aku mengejarnya tapi
ia begitu cepat pergi,,ada apa dengan suamiku...mengapa ia sangat aneh terhadapku ?                                                            
Aku tidak bisa diam begitu saja firasatku ada sesuatu.                                                                                          
Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuaku, kebetulan Dian yang angkat telpon nya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang terjadi    
dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab "Loe pikir aja sendiri !!!" telpon pun langsung terputus.                                            
Ada apa ini ? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah setelah ia pulang dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara
padaku, apalagi memanjakan ku.                                                                                                                  
Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami, kami berbicara seperlunya saja, aku
selalu di introgasinya, aku dari mana dan mengapa pulang terlambat, ia bertanya denagn nada yg keras, suamiku telah berubah.                    
 Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah di tuduh nya berzina dengan mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku  
serendah itu, tapi aku selalu ingat, sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu yang aku pegang, aku    
hanya berdo'a agar suamiku sadar akan prilakunya. *******                                                                                      
                                                                                                                                               
2 Tahun berlalu, suamiku tak berubah juga, aku menangis tiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja kenal,  
kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna, walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya & menyiapi segala yang ia perlukan.  
Penyakitku pun masih aku simpan dengan baik dan ia tak pernah bertanya obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu
pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.                                                                              
Bersyukurlah, aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru ngaji jadi aku tak perlu repot - repot meminta uang pada nya  
hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.                                                                              
Sungguh suami yang dulu aku puja, aku banggakan sekarang telah menjadi orang asing, setiap aku tanya ia selalu meyuruhku untuk berpikir sendiri.
Tiba - tiba saja malam itu, setelah makan malam selesai, suamiku memanggilku.                                                                  
"ya ada apa Yah !" sahutku dengan memanggil nama kesayangannya "Ayah"                                                                          
"Lusa kita siap - siap ke Sabang ya !" Jawabnya tegas                                                                                          
"Ada apa ?" Mengapa ?" sahutku penuh dengan keheranan                                                                                          
Astaghfirullah. ..suami ku yang dulu lembut menjadi kasar, diya mebentakku,, tak ada lagi diskusi anatara kami.                                  
Dia mengatakan " Kau ikut saja jgn byk tanya !!! "                                                                                              
Aku pun lalu mengemasi barang - barang yang akan dibawa ke Sabang sambil menangis,sedih karena suamiku yang tak ku kenal lagi.                    

2 Tahun pacaran, 5 tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buat ku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang
dihiasi foto pernikahan kami sekarang menjadi dingin, sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak
tapi aku tak bisa, suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barang - barang, dia bilang perbuatan
itu menunjukkan ketidakhormatan kedapanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini sendiri.                
************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* *********                                          
Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur, karena terus berpikir. Keluarga besar nya telah berkumpul
disana, termasuk ibu & adik - adiknya, aku tidak tahu ada acara apa ini.. Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam    
kamar tua itu, ia pun keluar bergabung dengan keluarga besarnya.                                                                                
Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dlm lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua itu telah ada sebelum  
suamiku lahir.                                                                                                                                  
Tiba - tiba Tante Lia, tante yang sangat baik pada ku memanggil ku untuk segera berkumpul diruang tangah, aku pun ke ruang keluarga yag berada di
tengah rumah besar itu, rumah zaman peninggalan belanda diaman langit - langit nya lebih dari 4 meter. aku duduk disamping suamiku, suamiku    
menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya pada nya, tiba - tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak  
atas semuanya membuka pembicaraan.                                                                                                              
"Baiklah,karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha ! " Nenek nya bicara sangat tegas.. Dengan sorot mata yang tajam.  
" Ada apa ya Nek ?" sahutku dengan penuh tanya..                                                                                                
Nenek pun menjawab " Kau telah gabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda - tanda kehamilan yang        
sempurna, sebab selama ini kau selalu keguguran !!'                                                                                            
Aku menangis, untuk inikah aku diundang ke mari, untuk dihina atau di pisahkan dengan suamiku.                                                  
"Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu, sebelum kau menikah dengannya, tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur, dan
akhirnya menikahlah ia dengaa kau." Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.                            
Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.                                                                        
"Dan aku dengar dari ibu mertua mu kau pun sudah berkenalan dengannya" Neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.                              
Sedangkan suamikku hanya diam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya      
keberanian..                                                                                                                                    
Nenek nya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari pembicaraannya ialah dengan wajah yang sangat menantang ia berkata " kau mau
nya gimana ? kau di madu atau diceraikan ?"                                                                                                    
Masya Allah...... kuat kan hati ini, aku ingin jatuh pingsan, hati ini seakan remuk mendengar nya, hancur hati ku, mengapa keluarganya bersikap
seperti ini terhadapku..                                                                                                                        
Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulau kayu tersebut, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan
ini.                                                                                                                                            
"Fish, jawab !! " Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab                                                                        
Aku langsung memegang tangan suamiku, dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas....... ..                                  
 " Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah, untuk kebaikan dan masa depan  
keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami."                                                                        
Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cinta ku di bagi, pada saat itu juga suami ku memandangku dengan tetesan air mata, tapi mata ku tak
sedikit pun menetes di hadapan mereka.                                                                                                          
Aku lalu bertanya kepada suami ku, "Ayah siapakah yang akan menjadi sahabat ku dirumah kita nanti Yah ? "                                      
Suamiku menjawab " Dia Desi ! "                                                                                                                  

Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara " Kapan pernikahan nya berlangsung ? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek
?"                                                                                                                                              
Ayah mertuaku menjawab "Pernikahannya 2 minggu lagi."                                                                                          
" Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruh nya mengurus KK kami ke kelurahan besok" setelah berbicara seperti itu
aku permisi untuk pamit ke kamar.                                                                                                              
Tak tahan lagi, air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku buka pintu kamar, aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak,  
tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi,,sakit. ..diiringi akutnya penyakitku. Apakah karena ini suamiku
menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini ?                                                                                        
Aku berjalan menuju ke meja rias, ku buka jilbabku, aku bercermin sudah tidak cantikkah aku ini, ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang  
setiap hari rontok, ku lihat wajahku,,ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampir habis, kepalaku sudah botak dibagian      tengahnya.                                                                                                                                      
Tiba - tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suami ku datang, ia berdiri dibelakangku, ,tak kuhapus air mata ini aku langsung memandangnya dari
cermin meja rias itu.                                                                                                                          
Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan "terimah kasih ayah, kamu memberi sahabat kepada ku, jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal
pergi kamu nanti ! iya kan ?"                                                                                                                  
Suami ku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum dan bertanya knp rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah
memakai shampo, dalam hati ku mengapa ia sangat cuek ? ia sudah tak memanjakan ku lagi.. Lalu dia bilang bilang "sudah malam, kita istirahat yuk
" !                                                                                                                                            
 "Aku sholat isya dulu baru aku tidur" jawab ku tenaang.                                                                                        
Dalam sholat, dalam tidur aku menangis, ku hitung waktu, kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku.
Aku tak tahu kalo Desi orang Sabang juga. Sudahlah ini mungkin takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku,    
diamana rasa sayang dan cintanya itu.                                                                                                          
************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ***                                                                          
Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku.                                                                  
Di laptop aku menulis saat - saat terakhirku melihat suamiku, aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku  
yang tidur pulas, apa salahku sampai ia berlaku kejam kepada ku. Aku save di my document yang bertitle "Aku mencintaimu Suamiku "              
Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar, aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, mungkin aku  
takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama,, lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku.
"Apakah kamu sudah siap ?"                                                                                                                      
Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :                                                                                        
 "Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk ke dalam rumah ini, cucilah kaki nya sebagaimana kamu mencuci kaki ku dulu,
lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do'a di ubun - ubunya sebagaimana yang kamu lakukan pada ku dulu lalu setelah itu....."
tak sanggup aku ingin meneruskan pembicaraan ini, aku ingin menagis meledak                                                                    
Tiba - tiba suamiku menjawab "lalu apa Bunda ?"                                                                                                
Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk,aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar - binar...                            
"bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan ?" pinta ku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.                              
Dia mengangguk dan berkata " Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda ?" sambil ia menghelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sidikit
membungkuk karena diya sangat tinggi, aku hanya sedada nya saja..                                                                                
Dia tersenyum, sambil berkata " Kita liat saja nanti ya !" dia memelukku dan berkata, "bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui    
selain mama" lalu ia mencium keningku, aku langsung memeluk nya erat dan berkata " Ayah, apakah ini akan segera berakhir ? Ayah kemana saja ?    

Mengapa ayah berubah ? Aku kangen sama ayah ? Aku kangen belaian kasih sayang ayah ? Aku kangen dengan manjanya ayah ? Aku kesepian ayah ? Dan  
satu hal lagi yang harus ayah tau bahwa aku tidak pernah berzinah ! Dulu waktu awal kita pacaran,aku memang belum bisa melupakannya, setelah 4  
bulan bersama ayah baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari." Bukan bearti aku pernah berzina ayah. Aku      
langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata " Aku minta maaf ayah telah membuatmu susah"                                
Saat itu juga, diangkatnya badanku,ia hanya menangis.                                                                                          
Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali.                                                                                  
Tiba - tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan ku, dan ia bertanya " bunda baik - baik saja kan" tanya nya dengan    
penuh khawatir.                                                                                                                                
"aku pun menjawab, bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudah mebuatku baik Yah" aku tak bisa bicara sekarang. Karena dia akan
menikah. Aku tak mau buat diya khawatir. Dia harus khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.                                          
************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* *                                                          
Setelah tiba dimasjid, ijab qabul pun dimulai. Aku duduk di sebrang suamiku.                                                                    
Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu membuat hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakn "Ayah Jangan" tapi aku ingat akan
kondisi ku.                                                                                                                                    
Jantung ini berdebar kencang, ketika mendengar ijab qabul tersebut. Begitu ijab qabul selesai, aku menarik napas panjang, Tante Lia, tante yang
baik itu, memelukku. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini, ya,,aku kuat.                                                          
Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding di pelaminan. Orang - orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku    
sangat aneh, wajahku yang selalu tersenyum tapi hatiku menangis.                                                                                
Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja, tak mencuci kaki nya. Aku sangat heran dengan prilaku nya. Apa iya, dia tidak
suka dengan pernikahan ini ?                                                                                                                    
Sementara itu Desi sambut hangat di dalam keluarga suamiku,tak seperti aku yang di musuhinya.                                                  
Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa !! Suamiku akan tidur dengan perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tau apa yang mereka lakukan
didalam.                                                                                                                                        
1/3 malam, pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk berwudhu, aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah, ku  
dekati lalu ku lihat..... Masya Allah, suamiku tak tidur dengannya,ia tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus mukanya yang lelah, tiba
- tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.                                                                                        
"kamu datang ke sini, aku pun tau " ia langsung berkata seperti itu, aku tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail, ia mengatakan
"maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang denagn mama,papa Dan
juga adik - adikku"                                                                                                                            
Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja,    
sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah, apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, aku telah meresakan    
kehadirannya saat ini. Tapi masih bisakah engaku ijinkan aku untuk mersakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini.      
Suamiku berbisik, "Bunda kok kurus ?"                                                                                                          
Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.                                                                                
Aku pun berkata "Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi ?"                                                                                        
" Aku kangen sama kamu Bunda " Aku tak mau menyakitimu lagi, kamu sudah terluka oleh sikapku yang egois" Dengan lembut suamiku menjawab seperti
itu.                                                                                                                                            
Lalu suamiku berkata, " Bun, ayah minta maaf telah menelantarkan bunda... Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalo bunda tidak tulus mencintai  
ayah, bunda seperti mengejar sesuatu, seperti harta ayah, dan satu lagi ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya klo

bunda gk mw berbuat seperti itu, dan seperti itu di beri tanda kutip ( "seperti itu" ), ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung, dan ayah
berpikir klo bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi oleh keluar ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda "
Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan didirinya, hanya karena omongan keluarganya, yang tidak pernah melihat
betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.                                                                                      
Aku hanya menjawab "Aku sudah ceritakan itu kan Yah, akutidak pernah berzinah, dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar      
hartamu, mengapa kamu, banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis
karena menderita mencintaimu.                                                                                                                  
Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian di kamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan  
suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluaraganya juga. Karna aku tak mau mati dalam hati yang penuh denagn rasa benci..              
************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* *****                                                      
Keesokan harinya..... ......                                                                                                                      
Katika aku ingin bangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali..aku pendarahan.. suamiku kaget...                          
Suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku.                                                                                            
Aku pun dilarikan ke rumah sakit....                                                                                                            
Jauh sekali aku mendengar suara zikir suamiku....                                                                                              
Aku merasakan tanganku basah...                                                                                                                
Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.                                                                  
Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan " Bunda,,Ayah minta maaf ,,,,!!"                                                          
Berapa kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hati ku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku.                                                        
Aku berkata dengan suara yang lirih " Yah....Bunda ingin pulang,,bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya Yah...."    
"Ayah jangan berubah lagi ya !!! Janji ya Yah... !!! Bunda sayang banget sama Ayah "                                                            
Tiba - tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakit nya semakin keatas, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi, aku tak kuat lagi memegang tangan    
suamiku, kulihat wajahnya yang tampan, linangan air matanya.                                                                                    
Sebelum mata ini tertutup ku lafazkan kalimat syahadat dan ditutup denagn kalimat tahlil.                                                      
\\\\\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\              
Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku                                                                                              
Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka,,                                                                                            
Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacran samapai kami menikah.                                                          
Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafas ku..                                                                                              
Untuk Ibu mertuaku : "Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu, ketahuilah Ma, dari dulu aku selalu
berdo'a agar Mama merestui hubungan kami. Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya bukti nya Ma. Mengapa engkau sangat    
cemburu padaku Ma ? Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu      
inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku. Dengan Desi kau sangat baik tetapi dengan ku, menantumu kau bersikap sebaliknya."          
************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ******                                            
Setelah ku buka laptop,ku baca curhatan istriku                                                                                                
Ayah,,mengapa keluargamu sangat membenciku                                                                                                      
Aku dihina oleh mereka ayah.                                                                                                                    
Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu ?                                                                                      
Pernah suatu ketika, aku bertemu Dian di jalan, aku menegornya karena dia adik iparku tapi aku disambut denagn wajah ketidak sukaannya.. Sangat    

terlihat Ayah.                                                                                                                                  
Tapi ketika engaku bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti itu
ayah.                                                                                                                                          
Aku tak bisa berbicara ttg ini padamu, karen aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah.                                          
                                                                                                                                               
Aku diusir dari rumah sakit.                                                                                                                    
Aku tak boleh merawat suamiku.                                                                                                                  
Aku cemburu paad Desi yang sangat akrab dengan mertuaku                                                                                        
Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku                                                                                            
Aku sangat marah....                                                                                                                            
Jika aku membicarakn hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi dan ibunya.                                                              
Aku tak mau sakit hati lagi.                                                                                                                    
Ya Allah kuatkan aku,,maafkan aku                                                                                                              
Engkau Maha Adil.                                                                                                                              
Berilah keadilan ini padaku Ya Allah                                                                                                            
                                                                                                                                               
Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku.                                                                                        
Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja - manja lagi padamu.                                                                    
Aku kuat ayah dalam kesakitan ini.                                                                                                              
Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku.                                                                        
Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah.                                                                                                      
                                                                                                                                               
                                                                                                                                               
Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu                                                                                                
Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui                                                                                                    
Tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku                                                                                
Aku harus sadar diri                                                                                                                            
Ayah,,sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu                                                                                                    
Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku ?                                                                                                    
Ayah aku masih tak rela                                                                                                                        
Tapi aku harus ikhlas menerimanya                                                                                                              
                                                                                                                                               
Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya                                                                                            
Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku                                                                            
Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir                                                                                        
Sebelum ajal ini menjemputku                                                                                                                    
Ayah...akuk kangen ayah                                                                                                                        
                                                                                                                                               
Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu Bun                                                                                                  

Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi ke Pulau Kayu ini                                                                            
Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.                        
Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur.                                                                                              
Bunda akan selalu hidup dihati ayah.                                                                                                            
Bunda... Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah...                                                                                        
Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.      
Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, dalam kesendirianmu. ...                                    
Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus.                                  
Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..                                                                                      
Bunda,,kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui.                                                                                      
Aku menyesal telah asik dalam keegoanku..                                                                                                      
Bunda maafkan aku. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat ditidurmu yang panjang.                                                    
Maafkan aku , tak bisa bersikap adil dan membahagiakan mu, aku selalu mengiyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka. Maafkan
aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja.                                                                              
Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana ?                                                                                      
Apakah Bunda tetap menanti ayah disana ? Tetap setia di alam sana ?                                                                            
Tunggulah Ayah disana Bunda......                                                                                                              
Bisakan ? Seperti Bunda menunggu ayah di sini...... Aku mohon.....

-----------------------------------------------------------------------------------------------
Begitu sedih memang, saya tidak tahu apakah cerita ini fiksi atau memang kisah nyata. Silahkan ambil pesan yang tersirat di dalam cerita ini.
salam.
READ MORE - Cinta itu butuh kesabaran