Kalau saja semua hati bisa saling berkomunikasi pastilah tak ada kebohongan seperti lidah yang berucap. Ketika hati dan lidah tak selaras lalu apa yang ada dalam isi fikiran mereka sendiri.. entah lah.. yang ada mungkin hanya perang kecil dalam hati antara satu dan lain hal berkecambuk dalam alunan yang mulai buruk. Lihatlah pada kedalam hati apakah perlu mereka berteriak sampai terdengar gaungnya dari palung hati itu sampai akhirnya gaung kejujuran itu dapat terdengar keluar?
Dengarlah semua isi kepala.. apakah semua itu sudah bisa dicerna olah hati sehingga yang dilakukan adalah cerminan hati dan fikiran yang selaras..
telinga ini memang untuk mendengar tapi apakah dia bisa mendengar semua yang di bicarakan hati kepada isi kepalanya?
Isi hati itu bukan seperti isi kepala, isi hati itu yang mencerminkan segala sesuatu tentang dirinya. Hati itu tak bisa dilihat mata telanjang, dan bukan berarti setelah kita menggunakan alat bantu untuk melihat hati lalu semunya terlihat dengan jelas. Luasnya hati itu tak bisa di ukur dengan parameter apapun, bukan luas dan dalamnya suatu hati yang terpenting adalah bagaimana hati itu bersikap dengan benar sebagai instrumen pengukur dari keduanya. Diri ini tak mengerti bagaimana hati bekerja dan bagaimana hati itu beristirahat tapi yakinlah kalau hati itu punya insting yang baik untuk menuntun diri ini menjadi dalam haluan yang benar.
Dengarlah semua isi kepala.. apakah semua itu sudah bisa dicerna olah hati sehingga yang dilakukan adalah cerminan hati dan fikiran yang selaras..
telinga ini memang untuk mendengar tapi apakah dia bisa mendengar semua yang di bicarakan hati kepada isi kepalanya?
Isi hati itu bukan seperti isi kepala, isi hati itu yang mencerminkan segala sesuatu tentang dirinya. Hati itu tak bisa dilihat mata telanjang, dan bukan berarti setelah kita menggunakan alat bantu untuk melihat hati lalu semunya terlihat dengan jelas. Luasnya hati itu tak bisa di ukur dengan parameter apapun, bukan luas dan dalamnya suatu hati yang terpenting adalah bagaimana hati itu bersikap dengan benar sebagai instrumen pengukur dari keduanya. Diri ini tak mengerti bagaimana hati bekerja dan bagaimana hati itu beristirahat tapi yakinlah kalau hati itu punya insting yang baik untuk menuntun diri ini menjadi dalam haluan yang benar.





