Hari ini memang memang hari yang lengang dan saya memilih untuk tinggal di rumah dan beristirahat di kamar saja. Seperti biasa saya sudah menyewa beberapa film untuk menemani istirahat di akhir pekan ini. Tanpa sengaja adik saya meminjam film The Wather Man, memang saya sudah pernah menonton film ini akan tetapi saya coba untuk menontonnya kembali karena saya suka dengan film yang diperankan oleh Nicolas Cage. Entah kenapa saya berfikir film yang dipernakan oleh Cage itu bagus dan banyak pesan yang menurut saya mengena. terutama dalam film ini.
Film in berkisah tetang seseorang yang merasa gagal dalam semua hal baik sebagai anak, kepala keluarga, dan di tempat kerja. Banyak yang saya rasa sama dengan yang saya rasakan beberapa tahun belakangan.Cage dalam film ini kurang dekat dengan ayahnya karena kurang komunikasi dan ia yang kurang pengertian terhadap apa yang diinginkan ayahnya, saya pun merasa begitu bahwa saya kurang komunikasi dan tak tau apa yang seharusnya di lakukan untuk membanggakan ayah saya bahkan sampai ayah saya tiada.Saya pernahberfikiran abahwa saya adalah telur yang busuk. Ayam pada saat bertelur pasti ada telur yang busuk walaupun sudah di eraminya.Seringkali saya berbicara yang kurang masuk akal, sok tahu, bahkan membual agar ayah bisa bangga dengan saya. akan tetapi dampaknya sebaliknya saya merasa suara saya kurang di dengar. oleh karena itu saya kurang dekat dengan ayah.
Suatu saat saya pernah menyiapkan kejutan dengan predikat saya sebagai lulusan terbaik di fakultas, dan saya tidak memeberitahu keluarga sampai pada hari wisuda. Akan tetapi Allah berkehendak lain ada mahasiswa yang tidak saya sangkka sebelumnya mempunyai index prestasi yang lebih tinggi dan hanya terpaut 0.01 dan akhirnya saya gagal membagakan ayah saya. Ketika harapan ayah saya agar saya masuk pesantren, saya hanya bertahan 1.5 bulan dalam pesantren. Ketika SMA saya hanya masuk IPS dan saya rasa itu juga sebuah kegagalan.
Saya sangat menyesal dengan semuanya, kenapa saya tidak berbicara langsung saja bertanya kepada beliau tentang semuanya. Maaf kan saya ayah... Sampai saat ini saya belum bisa membagakan untuk mu.. saya hanya bisa berharap agar saya bisa membanggakan untuk mu ayah..
Beruntungnya cage dalam film ini yang sudah berbicara banyak lebar dengan ayahnya tentang semuanya dan saling berkomunikasi dengan dua arah dengan hiasan air mata dan senyuman. Bagai mana dengan saya..
ayah nicolas cage dalam film itu berkata "there are no easy words in the dictionary adult male" (kurang lebih seperti itu). Cage dalam film ini seringkali emosi ketika ditanya oleh penggemarnya tentang cuaca di hari esok, karena benar cuaca itu tergantung pada angin dan siapa yang tau kemana angin itu akan bertiup selanjutnya.
Dalam film ini cage di hantam dengan banyak permasalhan dimulai dengan anaknya perempuan yang berumur 12 tahun dengan berat badan yang kegemukan dan mulai merokok, anak lelakinya yang sedang rehabilitasi narkoba dan lebih berat ialah perceraiannya dengan istrinya. Impiannya mencari pekerjaan yang lebih layak agar bisa kembali dengan istri dan keluarga. Akan tetapi istrinya lebih memilih untuk menikah kembali dengan orang lain. Hidup ini memang berat selama kita tidak fokus dan kurang komunikasi.
Dalam film ini saya dapat mengambil makna bahwa konstrasi dan tetap fokus pada tujuan, perjelas tujuan, dan mulailah dengan langkah kecil untuk langkah yang besar selanjutnya. Jangan lah percaya dengan ramalan, tapi percayalah pada takdir, semua itu sesuai dengan prasangka kita. Masa lalu buakn lah sebuah yang harus kita ingat dan menghantui fikiran kita akan tetapi anggaplah masa lalu sebagai pembelajaran. Cuaca tergantung pada angin dan angin tergantung pada tekanan udara dan suhu, tapi apakah kita bisa memprediksi semuanya? tidak!!. Maka fokuslah pada tujuan dan ingatlah pesan dari orang di sekitar mu sebagai penyemangat yang baik!






